4 Penyebab Gas Motor Naik Sendiri dan Tidak Mau Turun

Coba anda bayangkan, ketika sedang berkendara otomatis anda menarik handle gas. Tapi saat anda akan menurunkan handle gas, malah RPM mesin tetap meraung/tinggi.

Bagaimana paniknya, karena motor pasti akan sulit dikendalikan dengan kecepatan masih tinggi apalagi kalau didepan ada keramaian.

Lalu apa penyebabnya ? apa yang menyebabkan gas motor naik sendiri dan tidak bisa turun ?

Mari kita bahas secara mendalam diartikel ini.

Penyebab Gas Motor Susah Turun


Kejadian ini bisa terjadi pada segala jenis motor baik motor bebek, motor matic atau bahkan motor sport. Tapi kebanyakan yang mengalami masalah ini ada pada motor yang punya usia sudah tua, apa alasannya ? dibawah alasannya.

1. Handle gas nyangkut karena ada karat

Ini dia alasannya mengapa masalah RPM motor naik sendiri itu sering terjadi di motor-motor berusia lanjut. Karena ada karat didalam kawat gas, kita tahu kalau kabel gas itu menggunakan kawat sebagai penghubung. Dan kawat itu menggunakan bahan berbasis logam.

Yang namanya logam, bisa terjadi karatan begitu pula dengan kawat gas. Coba saja anda lihat pada sepeda, kalau sepeda lama sekali tidak digunakan sekali digunakan maka remnya terasa lebih berat. Itu bisa disebabkan juga karena ada karat didalam kawat gas.

Kalau karatnya masih sedikit, maka gas hanya akan terasa sedikit lebih berat. Tapi kalau karatnya sudah menumpuk, maka gas hanya bisa ditarik sementara ketika dilepas pegas tidak mampu mengembalikan posisi gas ke RPM rendah. Sehingga RPM mesin tetap naik.

Tapi apa bisa karat masuk ke dalam kawat gas ?

Tentu, karat ini tidak terbentuk kalau posisi kawat tertutup rapat. Tapi untuk motor yang sudah tua, biasanya ada retakan-retakan pada kabel gas. Dan dari retakan inilah oksidasi bermula sehingga pembentukan kawat bisa terjadi.

Bagaimana solusinya ?

Ada dua, pertama anda ganti kabel gas dengan yang baru dan yang kedua anda beri pelumas kedalam kabel gas. Kalau kondisi pembungkus kawat gas masih layak, maka anda bisa pakai pilihan kedua. Tapi kalau kondisi pembungkus kawat gas sudah banyak retakannya, lebih baik ganti dengan yang baru.

2. Kabel gas tertekuk

Kabel gas itu memanjang dari handle gas sebelah kanan menuju bagian bawah kearea mesin. Tentu sudutnya tidak lurus, sehingga kabel gas akan berlika-liku.

Kalau motor masih baru atau komponen kabel gas ini masih baru maka bisa lebih aman terhadap tekukan-tekukan. Tapi kalau usia komponen sudah tua, maka belokan tajam stang saja bisa membuat kabel gas tertekuk. Sehingga kawat gas akan tertahan.

Selain itu, faktor jatuh kadang juga bisa membuat kabel gas tertekuk sehingga begitu kita nyalakan mesin gasnya langsung naik sendiri.

Untuk masalah ini, bisa diatasi dengan mengganti kabel gas. Tapi kalau mau yang lebih irit, anda bisa pasang gip pada lekukan kabel. Jadi seperti orang patah tulang, pasang sedotan dengan ukuran yang pas hingga membuat kabel gas kembali lurus.

3. Skep macet

Skep itu katup gasnya motor, jadi yang menentukan berapa tinggi RPM adalah pembukaan skep. Kalau gsa tidak ditarik (posisi idle) maka posisi skep berada paling bawah dan ini menyebabkan aliran udara ke mesin menjadi sangat minim sehingga RPM mesin bisa tetap rendah.

Tapi ketika gas ditarik, maka skep ini juga akan ikut tertarik keatas sehingga aliran udara ke mesin bisa lebih banyak. Dan ini menyebabkan RPM mesin lebih tinggi.

Normalnya, setelah gas ditarik kemudian dilepas maka skep secara otomatis akan kembali ke posisi bawah/menutup karena ada pegas disitu. Tapi kalau skepnya macet, misal karena ada kotoran yang mengganjal gerakan vertikal skep otomatis pegas ini tidak mampu mengembalikan posisi skep.

Sehingga misal sebelum motor dinyalakan, anda memainkan gas. Dan tanpa sadar ternyata hal diatas terjadi, maka ketika motor dihidupkan RPMnya langsung naik karena posisi awal skep terbuka.

Selain karena terganjal, pegas skep yang lemah juga bisa membuat gas motor naik sendiri.

Untuk solusi masalah ini, anda perlu melakukan overhoule skep (bagian atas karbu yang lurus dengan jalur kabel gas). Usahakan bersihkan skep dan jalur gerak skep (didalam karbu). Bila perlu amplas sedikit sisi skep supaya bisa lebih lancar gerakannya dan lumasi juga skep dengan oli/chain lube.

4. Lupa menaikan tuas choke

Choke memang sangat berguna pada motor karbu khususunya ketika mesin masih dingin. Tapi ketika mesin sudah panas, choke ini akan membuang-buang bensin karena prinsip choke itu menyempitkan aliran udara sebelum spuyer karbu agar hisapan piston (dari mesin) menghisap lebih banyak bensin.

Selain pemborosan bensin, ini juga menyebabkan RPM motor naik karena bensin yang keluar lebih banyak. Sehingga kalau choke masih turun, dan kondisi mesin sudah panas, maka ketika mesin dihidupkan RPM bisa sampai 1500 hingga 2000 RPM.

Memang tidak terlalu tinggi, tapi RPM idle yang normal itu sekitar 1000 sampai 1200 RPM, kalau lebih tinggi coba cek chokenya.

Related Posts:

Disqus Comments
© 2017 Motor Butut - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger