Mounting transmisi l300

GridOto.com - Agar posisi transmisi bisa menempel pada rangka mobil maka dibutuhkan mounting.

Mounting ini adalah komponen yang bahannya biasanya terbuat dari campuran karet.

Karet di sini berfungsi sebagai peredam getaran yang dihasilkan oleh mesin saat bekerja.

Karena terus menahan getaran transmisi maka seiring waktu pemakaian bisa terjadi kerusakan.

Untuk itu dibutuhkan kejelian untuk bisa mengetahui kerusakan mounting transmisi.

Ilustrasi kerusakan pada engine mounting

procarmechanics.com

Ilustrasi kerusakan pada engine mounting

Baca Juga: Ini yang Terjadi Jika Mobil Matik Enggak Pernah Ganti Oli Transmisi

“Setiap mobil memiliki mounting transmisi baik manual maupun matic,” ucap Harry, Kepala Mekanik bengkel Auto Clinic, Harapan Indah, Bekasi.

“Mounting ini ada di kolong mobil sehingga sulit mengeceknya, jadi harus pakai perasaan saat mengemudi,” tambahnya.

Cara mengetahuinya adalah saat mobil mulai dijalankan lalu ngebut.

Engine Mounting

Sahabat, sebuah mobil memiliki sebuah komponen yang bernama Engine Mounting. Engine mounting atau juga sering disebut dengan dudukan mesin merupakan komponen pada sebuah mobil berupa karet dan dilapisi dengan besi di sekeliling dan di bagian tengahnya. Engine Mounting ini berada di bagian engine bay diantara mesin dan juga rangka mobil Sahabat. Para engineer pabrikan mobil menyematkan komponen ini bukanlah tanpa fungsi.

Fungsi Engine Mounting

Engine Mounting memiliki fungsi untuk menghubungkan atau mengkaitkan antara mesin dengan bagian rangka mobil anda. Fungsi dari Engine Mounting tidak hanya sebagai sambungan antara mesin dan sasis mobil saja, tapi juga memiliki fungsi lain. Fungsi lain dari engine mounting antara lain sebagai peredam getaran yang dihasilkan oleh mesin akibat adanya proses pembakaran. Dengan adanya engine mounting, getaran yang dihasilkan oleh mesin dapat tereduksi dengan baik sehingga tidak terasa hingga kedalam kabin mobil.

Ciri-Ciri Engine Mouting Mobil Mengalami Kerusakan

Pada umumnya engine mounting terbuat dari komponen yang memiliki tingkat elastisitas yang tinggi seperti karet. Walaupun engine mounting ini terbuat dari karet tapi di beberapa bagiannya dilapisi oleh besi untuk memberikan kekuatan yang lebih baik dari engine mounting.

Pada sebuah mobil biasanya terdapat dua sampai empat engine mounting yang menopang mesin didalam engine bay. Engine mounting dapat mengalami kerusakan ketika telah digunakan dalam kurun waktu tertentu dengan waktu yang relatif lama.

Usia Engine Mounting

Engine mounting merupakan part yang memiliki umur panjang, masuk dalam kategori slow moving. Walaupun termasuk kategori slow moving, namun seiring berjalannya waktu komponen ini juga bisa mengalami kerusakan dan tentu berakibat mengurangi kenyamanan pengemudi dan penumpang.

Ciri-Ciri Engine Mouting Mobil Mengalami Kerusakan

Umur pemakaian engine mounting biasanya menggunakan ukuran kilometer. Sebagian besar engine mounting harus sudah diganti setiap 50 ribu atau 60 ribu km. Namun, ukuran km juga tidak selalu tepat, apalagi kondisi kota-kota besar di Indonesia sangat macet sehingga odometer sedikit tapi jam terbang mesin sudah sangat besar.

Ciri-Ciri Engine Mounting Rusak

Engine mounting yang telah mencapai batas umur atau yang telah rusak biasanya terdapat keretakan pada karet di engine mounting tersebut. Karet yang terdapat pada engine mounting lama kelamaan akan menjadi getas atau keras sehingga akan mudah mengalami keretakkan.

Apabila keretakkan pada engine mounting tetap dibiarkan atau engine mounting tetap tidak diganti maka keretakan yang ditimbulkan pada engine mounting lama-lama akan membuat engine mounting robek.

Ciri-Ciri Engine Mouting Mobil Mengalami Kerusakan

Faktor yang dapat mempercepat kerusakan pada engine mounting adalah ketika beban yang ditahan atau diterima oleh engine mounting besar. Beban yang besar dapat terjadi ketika mobil digunakan untuk berakselerasi.

Kadangkala para pemiliki kendaraan mobil tidak pernah memeriksa komponen yang satu ini atau luput dari pantauan. Hal tersebut dikarenakan posisi dari engine mounting biasanya tersembunyi. Padahal komponen satu ini bila rusak akan dapat menimbulkan beberapa masalah.

Masalah Yang Timbul Ketika Engine Mounting Rusak

Ciri-Ciri Engine Mouting Mobil Mengalami Kerusakan

Salah satu masalah yang dapat ditimbulkan ketika engine mounting sudah rusak adalah tidak dapat mereduksi getaran yang dihasilkan oleh mesin dengan baik. Saat sebuah mesin melakukan proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang mengakibatkan getaran tidak akan diredam oleh engine mounting sehingga getaran ini akan tersalurkan ke rangka dan masuk ke kabin.

Akibatnya, getaran ini nantinya akan dirasakan oleh pengendara sehingga akan mengurangi kenyamanan saat berkendara. Oleh sebab itu bila engine mounting ketika Sahabat periksa ternyata mengalami keretakkan maka segera gantilah dengan yang baru. Ada beberapa tanda yang bisa Sahabat kenali ketika Engine Mounting sudah rusak antara lain : 

Ada getaran yang muncul dari mesin

Setiap dinyalakan, mesin mobil akan selalu menghasilkan getaran yang cukup kuat. Namun, engine mounting berfungsi untuk meminimalisasi getaran tersebut agar tidak terasa oleh penumpang. Jika getaran di dalam mobil terasa lebih hebat dari biasanya, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh adanya kerusakan dari engine mounting di mobil.

Ciri-Ciri Engine Mouting Mobil Mengalami Kerusakan

Getaran bisa terasa dan mungkin juga terlihat saat posisi kendaraan berada pada kondisi stasioner atau idle. Nah, dalam situasi tersebut guncangan muncul karena engine mounting tidak mampu menyangga mesin dengan baik. Karena itulah, toleransi guncangannya akan terasa kasar dan tidak dapat diredam seperti biasanya.

Mesin menghentak saat dinyalakan

Selain getaran yang terasa lebih hebat, sahabat mungkin akan merasakan hentakan yang berasal dari mesin saat mobil baru dihidupkan. Jika hanya 1 – 2 kali terasa, mungkin hal tersebut bisa jadi pertanda yang kurang tepat, tapi jika sudah sering terjadi, sahabat sebaiknya mulai melakukan pengecekan terhadap tanda-tanda kerusakan engine mounting.

Ciri-Ciri Engine Mouting Mobil Mengalami Kerusakan

Kemudian Saat melepas kopling setelah memasukkan gigi persneling, ketika putaran mesin terhubung dengan beban, mesin akan mengayun dan terdengar bunyi yang khas dug-dug yang terdengar agak dalam.

Terdengar suara yang tidak normal

Engine mounting biasanya juga terbuat dari bahan karet yang mampu menopang komponen mesin agar tidak bergerak-gerak. Nah, bahan elastis ini bisa saja getas atau robek sehingga muncul guncangan yang diakibatkan oleh kerusakan tersebut. Hal ini bisa ditandai dengan kemunculan suara yang tidak normal seperti suara klutuk-klutuk dari mesin.

Ciri-Ciri Engine Mouting Mobil Mengalami Kerusakan

Saat kondisi mobil yang menyala sudah disertai dengan pertanda itu, segera cek bagian engine mounting, ya. Jika dibiarkan terlalu lama, efeknya bisa berbahaya bagi komponen kendaraan. Tidak perlu terlalu khawatir, penggantian engine mounting adalah salah satu hal yang umum untuk dilakukan pada kendaraan, kok. Jadi, segera bawa mobil ke bengkel, ya!

Terdengar suara saat lewat polisi tidur

Ciri-Ciri Engine Mouting Mobil Mengalami Kerusakan

Efek yang cukup signifikan dirasakan oleh para pengemudi biasanya akan muncul saat sedang melewati polisi tidur atau jalan berlubang. Biasanya, sahabat akan merasakan getaran yang cukup keras di situasi tersebut. Jadi, sahabat bisa lebih waspada untuk memperhatikan kondisi mobil saat sedang melewati bagian jalanan tersebut.

Terdapat cairan di sekitar mounting

Selain gejala-gejala yang bisa dirasakan, sahabat juga bisa melakukan pemeriksaan terhadap kondisi engine mounting yang terlihat secara kasat mata. Engine mounting biasanya terletak di antara mesin dan rangka mobil. Jadi, sahabat bisa mulai melakukan pengecekan di komponen tersebut jika ingin memastikan kondisi karetnya masih layak.

Ciri-Ciri Engine Mouting Mobil Mengalami Kerusakan

Nah, itulah beberapa gejala yang bisa muncul saat engine mounting mobil mengalami kerusakan atau harus diganti. Ya, seperti komponen mobil lainnya, penggantian ini memang umum dilakukan, tapi intensitasnya juga tidak terlalu sering karena biasanya komponen engine mounting relatif lebih awet. Jadi, segera ganti jika sudah terasa gejalanya, ya!

Foto: Garasi.id

Mounting transmisi matic atau juga bisa disebut sebagai dudukan transmisi berguna untuk mencegah mobil bergetar dan menjaganya tetap berjalan pada tingkat optimal. Komponen ini bentuknya kotak dengan diisi material elastis bulat yang dipasangkan di tengahnya dan dapat menjaga transmisi tetap di tempatnya.

Dudukan satu ini dapat rusak karena oksidasi yang menurunkan kualitas karet atau material elastisnya di dalamnya. Mounting ini juga bisa rusak karena kesalahan saat proses pengangkatan mesin dan transmisi ketika mobil servis besar.

Namun mounting transmisi matic juga bisa rusak seiring jam terbang mobil itu sendiri. Hal itu wajar saja karena komponen tersebut bekerja terus-menerus menahan getaran transmisi. Dengan demikian makaa seiring waktu pemakaian bisa terjadi kerusakan.

Baca Juga: Apa Saja Penyebab Lampu Indikator Injeksi Menyala

Walau wujudnya sulit dilihat karena berada di balik unit transmisi, namun dibutuhkan kejelian untuk bisa mengetahui kerusakan mounting transmisi matic. Anda juga bisa mengetahui gejala kerusakannya.

Salah satu cara mendeteksinya adalah mengetahui dari getaran. Jika mobil Anda menghasilkan getaran yang lebih besar dari normalnya ketika masuk gigi maju, maka bisa jadi itu indikasi masalahnya.

Mengemudi halus

Mounting transmisi matic merupakan satu kesatuan dari komponen penyalur daya. Walau kerjanya cenderung statis, namun beban yang diterima komponen ini tentu tidak ringan.

Untuk itu Anda perlu memberikan treatment yang mendukung keawetannya. Sebenarnya cukup mudah untuk membuat komponen yang letaknya tersembunyi ini jadi awet.

Salah satunyan adalah dengan mengemudi secara halus. Terutama saat mengoperasikan transmisi, hindari perpindahan gigi yang kasar. Kurangi atau hindari kebiasaan kick down.

Baca Juga: Cara Mengatasi Aki Tekor dan Penyebabnya 

Hal itu dikarenakan mounting transmisi matic akan menerima hentakan mendadak yang jika terjadi berulang-ulang kian menurunkan kekuatannya. Maka halus-haluslah dalam berkendara.

Selain itu, bagi Anda pengguna mobil Toyota dengan model sedan, hatchback atau city car, hindari melintasi jalanan tidak rata terlalu sering. Medan yang terlalu rusak dapat menjadi beban tersendiri komponen tersebut.

Mudah bukan menjaganya agar selalu awet? Jangan lupa selalu gunakan layanan digital Auto2000 Digiroom untuk membeli mobil Toyota secara online. Transaksi yang aman dan nyaman siap Anda dapatkan tanpa harus keluar rumah.

Auto2000 Digiroom

SEGERA MILIKI TOYOTA FORTUNER DENGAN TRANSMISI MATIC DI AUTO2000

Related Posts

Perbedaan mitsubishi pajero sport dakar dengan exceed

momobil.id – Mitsubishi Pajero Sport facelift hadir pada Februari 2021 lalu. Di Indonesia, mobil SUV ini hadir dengan tiga pilihan tipe, yaitu GLS, Exceed, dan Dakar. Tipe…

Kekurangan mobil mitsubishi lancer

Bonsaibiker.com – Mas bro sekalian, kali ini kita akan mengulas tentang Kelebihan Dan Kekurangan Lancer Serta Kisaran Harga Sekennya nih. Mitsubishi Lancer merupakan salah satu mobil unggulan…

Kapasitas l300 mitsubishi

Di Indonesia, ada dua pilihan kendaraan niaga ringan bermesin diesel. Untuk menemani pengusaha, tersedia Isuzu Traga (Ekstra Lega) yang tergolong model anyar. Lalu pilihan kedua, Mitsubishi L300…

Kenapa harga outlander jatuh

GridOto.com – Harga bekas Mitsubishi Outlander Sport keluaran tahun pertama (2012) kini sudah relatif terjangkau. Di pasaran mobil bekas, harganya ditaksir mulai Rp 130 jutaan untuk tipe…

Mitsubishi pajero sport lama

14 Aug 2020Kenali Perbedaan Mitsubishi PAJERO dan Mitsubishi PAJERO SPORT Popularitas Mitsubishi PAJERO dan PAJERO SPORT yang mendunia membuat kedua SUV ini sering kali dianggap menjadi satu…

Masalah bateri xpander

06 Feb 2020 Tanda-Tanda Aki Mobil Sudah Harus Diganti Mobil Anda pernah tiba-tiba mogok karena bermasalah pada aki? Hal ini memang menjengkelkan, apalagi kalau terjadi saat kendaraan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *